counter

Waspada, Medsos Bisa Bikin Kamu Ngerasa Sok Ngartis dan Banyak Penggemar..

Bermain media sosial tentu menyenangkan. Namun, hati-hati medsos juga bisa mendongkrak jiwa ‘kesombongan’ kamu. Kadang tanpa sengaja, kita sering sekali memamerkan aktivitas sosial yang kita lakuin, apa yang kamu dapatkan, berapa jumlah kekayaanmu, siapa saja yang mengagumimu dan masih banyak lainnya.

Nah masih banyak contoh kesombongan yang bisa lahir dan tumbuh pesat hanya dari medsos. Check it out!

Followers Banyak, Penggemar Juga Banyak

Followers Banyak (Foto: thoughtsonlibrty.com)

Followers Banyak (Foto: thoughtsonlibrty.com)

Beberapa aplikasi medsos memperlihatkan seberapa banyak kamu mengikuti (following) atau diikuti (followers) pengguna akun medsos lainnya. Banyak yang berpikiran kalau semakin banyak followers menunjukkan bahwa kamu banyak dikagumi oleh orang lain. Entah yang mengikuti aktivitas medsos kamu itu adalah teman kamu sendiri, kenalan bahkan yang tidak kamu kenal.

Padahal, banyak alasan orang memilih nge-follow akun kamu lho. Bukan karena dia mengagumimu dan ingin kepo dengan segala aktivitasmu. Mungkin saja karena dia ingin menjalin pertemanan, penasaran dengan sosok kamu, mempunyai minat yang sama di bidang tertentu, merasa nyaman berteman denganmu, punya kepentingan tertentu atau hanya iseng saja untuk menambah teman di medsos. Jadi, jangan cepet GR deh kalo ada yang nge-follow akun kamu, bukan berarti dia itu ngfe-fans berat sama kamu…

Ngerasa Di-KEPO-in Sama Followers

Dikepoin Melulu Capek Juga Tuh (Foto: loragordon.com)

Dikepoin Melulu Capek Juga Tuh (Foto: loragordon.com)

Pernah ngerasa gak sih setelah kamu mengkonfirmasi permintaan pertemanan seseorang di akun medsosmu, teman baru kamu tersebut seakan selalu ngikutin aktivitas di medsosmu. Baik dari postingan foto dan status, maupun komenan dia yang seakan mengarah ke sifat KEPO.

Padahal itu belum tentu dianya Ngepoin kamu. Biasanya kalau baru berteman, hal yang lumrah kalau dia ingin tahu siapa kamu dan bagaimana karakter kamu. Lama-kelamaan juga notifikasi kamu gak akan diisi oleh berbagai respon dia di postingan kamu. Cuma penasaran diawal doang lhooo…

Postingan Status Dan Foto Yang Banyak di ‘LIKE’

Like (Foto: ichef.bbci.co.uk)

Ketika status banyak di-like (Foto: ichef.bbci.co.uk)

Kamu tipikal orang yang hobi ngeposting apapun, baik foto aktivitasmu, foto narsis, foto bersama teman-teman, foto hewan kesayangan atau foto keluarga. Kamu juga sering menuliskan status yang mengisyaratkan perasaanmu saat itu atau menjelaskan kamu sedang berada di lokasi mana. Dari postingan yang kamu share, mengundang banyak ‘Likers’ yang gak segan-segan ngasih ‘jempolnya’ ke postingan kamu.

Eits.. Jangan merasa GR dulu dong.. Ada banyak hal mengapa teman di medsos kamu mau meluangkan waktunya untuk nge-likes postingan kamu. Bisa saja postingan kamu itu langsung muncul saat dia log in di akunnya dan kebiasaannya yaa nge-likes postingan pertama yang dilihatnya. Atau dia emang suka menebar ‘jempol-jempol’ ke setiap postingan teman-teman medsosnya tanpa dia tahu apa isi dan makna postingan tersebut.

Bisa juga karena dia appreciate terhadap postingan kamu, mungkin karena dia interest dengan gaya bahasamu, pola pikirmu, style kamu ataupun apa yang kamu kerjakan. Namun ini bukan petanda bahwa dia nge-fans sama kamu lho.. Ini sekedar interest saja, gak lebih !

Puji-Pujian Yang Bertebaran

Pujian Berlebih (Foto: Instagram/sylviatamsir)

Pujian Berlebih (Foto: Instagram/sylviatamsir)

Saat kamu memposting foto narsis atau bersama teman-teman lainnya, banyak yang merespon penampilan kamu. Berbagai pujian pun disampaikan, ada yang menilai kamu cantik atau ganteng, kamu manis, wajahmu ngangenin dan nenangin, kamu tampak gaul, modis atau terlihat syar’i. Banyak deh pujian-pujian yang bisa kamu dapatkan dari teman-teman medsos kamu.

Lagi-lagi jangan merasa sombong dan merasa kamu ngalahin ketenaran artis ya. Terkadang mereka hanya menilai secara fisik doang namun bukan dari hatinya. Oke, mungkin penampilan kamu menarik, namun itu gak membuat orang yang memuji kamu bisa dikategorikan fans kamu lho.

Selalu Ada Yang Ngajak Chatting

Mulai sering mengabaikan tawaran chatting di Sosmed (Foto Freeimageworks com)

Mulai sering mengabaikan tawaran chatting di Sosmed (Foto: Freeimageworks.com)

Ada saja di antara teman-teman kita yang rela menghabiskan hari-harinya hanya untuk menunggu kamu online dan ngobrol dengan kamu. Ingat! Medsos itu hanya dunia maya lho. Kalau orang yang tiap hari online dan selalu ada waktu untuk mengajak kamu chatting, berarti dia itu emang gak ada kerjaan lain selain mantengin medsosnya. Karena kamu sedang online dan enak diajak ngobrol, dia ngerasa senang-senang aja bisa ngobrol dengan akun lain karena mengisi kekosongan waktunya.

Ajang Mencari Pasangan Tulang Rusuk

Ajang Mencari Cinta (Foto : cdn.ndtv.com)

Ajang Mencari Cinta (Foto : cdn.ndtv.com)

Jodoh sih emang gak kemana ya, karena sejak kita diciptakan, sudah ada pasangan tulang rusuk masing-masing. Untuk mendapatkan pasangan kita sendiri sih bisa dari cara apapun. Namun, jangan sampai kamu terjebak dengan dunia maya yang sebagian besar bisa diisi dengan kamuflase.

Kalau kamu merasa banyak yang mau Kopi Darat (Kopdar) dengan kamu dan selalu mengajak kamu untuk menjalin hubungan lebih, bukan berarti kamu adalah pasangan yang tepat yang diinginkannya. Banyak kasus pelecehan seksual, pemerkosaan hingga pembunuhan yang berawal dari perkenalan di medsos. Biasanya para korban yang kebanyakan cewek, merasa bahwa teman medsosnya itu tertarik lebih dengan dirinya. Komitmen pacaran pun dideklarasikan, kendati mereka gak pernah ketemu. Ada Lhoo..

Padahal, untuk menjalin suatu hubungan yang spesial, pastinya kita harus mengenal satu sama lain lebih jauh kan. Seperti wataknya, kebiasaannya, asal usulnya, keluarganya, apa yang dia suka dan lainnya.

Cerita Tentang Ribuan Penggemarmu

Cerita tentang ribuan penggemarmu (Foto: rsvpdesignservices.com)

Cerita tentang ribuan penggemarmu (Foto: rsvpdesignservices.com)

Nah, inilah dampaknya kalau kamu menganggap dunia maya sama seperti dunia nyata. Apapun yang menjadi aktivitas kamu (seperti yang dibahas diatas) seakan menjadi bagian dari kenyataan hidupmu. Saat berkumpul dengan teman-teman didunia nyata, kamu langsung cerita kalau di medsos, banyak orang yang mengagumi kamu. Bahkan kamu dengan Confidence bercerita kalau mereka semua adalah penggemarmu.

Oh My God.. Wake Up Guys…!!! Itu tuh dunia maya lho, dunia yang tidak bisa kamu jadikan patokan di dunia nyata. Kalau itu yang sering kamu pikirkan, berarti kamu tipikal orang yang suka dunia imaginasi, dunia gak nyata yang bisa ngedukung kamu jadi seseorang yang lebih, dimana kamu gak ngedapetinnya di dunia nyata.

Siap-siap aja, teman-teman nyata kamu bakalan berkomentar negativ terhadap kamu. Karena kamu bisa dikategorikan pribadi Gede Rasa, Gak Ada Malu, Gak Nerima Kenyataan dan lainnya..

Jadi Artis Imaginer

Ngrasa jadi selebritis (Foto: Sosmarketing.com)

Ngrasa jadi selebritis (Foto: Sosmarketing.com)

Pada akhirnya kamu akan dicap jadi Artis Imaginer. Kamu yang sudah ngerasa banyak pengagum, juga menginginkan fenomena dunia maya tersebut juga terjadi di dunia nyata. Kamu bergaya seakan kamu adalah sosok artis di kalangan masyarakat umum. Setiap nongkrong sama teman-teman, kamu merasa jadi spesial dan berbeda. Kamu merasa selalu ada yang memperhatiin gerak-gerik kamu dan parahnya kamu langsung bilang kalau yang merhatiin kamu itu adalah penggemar barumu didunia nyata.

Hati-hati lho.. kalau kamu sudah di tingkat ini, sebaiknya kamu segera insyaf dan jangan sampai temen kamu nyaranin untuk ke psikiater. Percaya diri sih boleh-boleh aja guys, tapi harus ada batasannya. Jangan sampai kita terlena dengan kenikmatan dunia maya Sehingga gak sadar kalau kehidupan kita terbuang sia-sia karena khayalan yang tercipta dari aktivitas medsos.

 

 

 

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Ana Luma

Ana Luma

Ana sangat suka menulis sejak di SMA, lulusan Ilmu Komunikasi ini kini meniti karir sebagai penulis lepas, mengelola akun social media, dan mengisi konten website.

Beri Komentar