Stasiun Dengan Satu Penumpang Saja Setiap Hari Itu, Akhirnya Ditutup

Gambar Utama

Negara Jepang dikenal sangat menghormati guru, menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan memberikan fasilitas bagi mereka yang ingin mencari ilmu.

Cerita tentang penghargaan terhadap mereka yang mencari ilmu itu ada pada sebuah Stasiun Kereta Kami-Shirataki di Hokkaido Jepang.

Stasiun Kami-Shirataki adalah sebuah stasiun kereta yang terletak di Jalur Utama Sekihoku di Engaru, Hokkaido, Jepang yang diperasikan oleh Hokkaido Railway Company (JR Hokkaido).

Stasiun ini sempat menjadi perbincangan hangat di awal tahun ini karena keunikannya. Karena, setiap hari hanya mempunyai satu penumpang saja yang setia memanfaatkan jasa kereta api tersebut.

stasiun-kami-shirataki

Stasiun Kami-Shirataki (Foto: japandaily.com)

Mulanya, Japan Railway Hokkaido (JR Hokkaida) selaku perusahaan yang mengontrol jalur stasiun tersebut bermaksud menutup stasiun itu karena tidak mendatangkan keuntungan. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan, karena ternyata ada satu penumpang gadis muda yang menggunakan stasiun kecil itu untuk pergi ke sekolah tiap hari.

Demi menghormati dan menghargai semangat belajar sang gadis remaja, JR Hokkaido akhirnya tetap mengoperasikan stasiun tersebut. Oleh karenanya, kereta akan selalu berhenti di stasiun tersebut hanya pada jam berangkat sekolah di pagi hari dan jam pulang sekolah si gadis.

JR Hokkaido mengonfirmasi bahwa stasiun akan tetap dibuka hingga sang gadis menyelesaikan sekolahnya.

stasiun-kami-shirataki  (1)

Antusiasme para pengunjung (Foto: japandaily.com)

Dan Maret ini, gadis muda yang namanya tetap dirahasiakan itu akhirnya menyelesaikan sekolahnya. Dengan demikian, purna sudah tugas Stasiun Kami-Shirataki. Terkesan dengan pengabdian stasiun tersebut dan jasa perusahaan JR Hokkaido, sejumlah jurnalis dan warga mendatangi stasiun tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tak disangka, jasa stasiun yang rela merugi beberapa tahun terakhir demi mempertahankan penghargaannya kepada sang gadis pencari ilmu, telah menyentuh hati banyak orang.

Suasana khidmat namun sangat akrab dan melelehkan hati, saat orang-orang memberikan penghormatan terakhir. Bahkan penjaga stasiun tersebut menawarkan tenda pelindung, ubi rebus dan susu hangat gratis kepada para pengunjung yang hadir.

Tak hanya itu, dibentang pula spanduk berisikan kalimat penghargaan, “Stasiun Kami-Shirataki, Terima Kasih untuk 69 Tahunnya.” Sedangkan aneka rangkaian karangan bunga diletakkan di dalam stasiun.

stasiun-kami-shirataki  (2)

(Foto: japandaily.com)

Sungguh pemandangan yang memilukan. Bagaimana untuk urusan sesederhana seperti kisah stasiun kecil dan perjuangan sang gadis mencari ilmu telah menarik simpatik banyak orang.

Bahkan, orang-orang dari stasiun lain pun berdatangan dari tempat yang jauh untuk mengenang kebaikan JR Hokkaida dan stasiun itu. (*)

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Emha Rifani

Emha Rifani

Penulis lepas, full time freelance. Minat pada bidang politik, seni grafis, kesehatan dan teknologi.

Beri Komentar