Mom-Shaming, Berpengaruh Buruk Bagi Ibu?

Mom-shaming merupakan perilaku mempermalukan ibu-ibu lain dengan cara menampilkan diri sebagai ibu yang lebih baik, lebih hebat, kalau tidak mau disebut sempurna. Bentuk dari Mom-Shaming yakni seperti “Lho, kok malah kerja? Urus anak dong. Jangan semua diksaih sama baby sitter.”. “Habis melahirkan kok kurusan? Diet? Nggak sayang anak nih.”

Efek samping dari pelaku mom-shaming bisa dikategorikan menyeramkan karena seketika membuat orang lain merasa malu, padahal seharusnya tidak. Ketika merasakan malu seolah – olah kita telah melakukan kesalahan besar yang terlihat salah, tidak baik rusak, dan fatal. Rasa malu karena dipermalukan tidak hanya mempermalukan diri tapi juga melukai perasaan lebih dalam apalagi di depan umum.

Menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang berat. Jika Anda juga melakukan pekerjaan yang berat juga, berarti Anda melakukan hal yang sama hebatnya dengan seorang ibu. Tidak perlu lagi saling menjatuhkan. Tidak seperti aliran agama atau politik, gaya pengasuhan seseorang tidak mudah disembunyikan. Hal ini kemudian dijadikan senjata oleh sebagian ibu untuk menyerang, ketika mereka sendiri butuh penyaluran emosi.

Para ibu menyerang satu sama lain karena ada sesuatu yang hancur di dalam diri mereka sendiri. Antara pikiran tentang cucian menggunung, belanja bahan makanan, mainan pasir anak atau baju murah, dan rumah yang berantakan. Beberapa faktor yang membuat seorang ibu menjadi pelaku mom-shaming, antara lain merasa bosan, marah, cemburu, repot, terlalu letih, kehilangan jati diri, dan haus pengakuan.

Bosan karena melakukan aktivitas yang sama setiap hari, marah karena tidak bisa marah pada anak yang sekali waktu menyebalkan, cemburu pada ibu lain yang masih sempat mengurus kecantikan, repot karena terlalu ingin menjadi ibu yang sempurna, terlalu letih karena alasan yang tidak perlu disebutkan lagi, kehilangan jati diri karena tidak bisa lagi bersikap seperti lajang, dan haus pengakuan karena hanya ingin sedikit merasa bangga (bahagia).

Jika Anda memiliki kesempatan yang lebih dibanding ibu – ibu lain yang fokus pada rumah tangga 24 jam, ada baiknya Anda tidak menyakiti ibu lain dengan melakukan Mom-Shaming.

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

irenasheyladini

irenasheyladini

Cuddling with coffee and internet.

Beri Komentar