Mengharukan! Penguin Ini Berenang Hingga 8000 km Untuk Temui Manusia Sahabatnya

Gambar Utama

Hewan yang katanya tak berakal, punya cara sendiri untuk menyatakan sikapnya. Dindim, seekor penguin sudah empat tahun terakhir ini bolak-balik berenang menyeberang lautan untuk berjumpa dengan de Souza, sahabat manusianya. Benar-benar mengharukan.

Usut punya usut, ternyata penguin ini ingin senantiasa ‘pulang’ ke rumah Joao Pereira de Souza yang telah menyelamatkan dirinya dari bencana tumpahan minyak beberapa tahun lalu.

Dindim si penguin (Foto Boredpanda com)

Dindim si penguin (Foto: Boredpanda.com)

Sudah sejak tahun 2011 penguin jenis South American Magellanic ini rutin mengunjungi de Souza di pantai, tempat mereka pertama kali bertemu. De Souza merupakan seorang pensiunan tukang batu dan nelayan berumur 71 tahun.

Ia menemukan Dindim dalam keadaan sekarat karena terjebak di genangan minyak yang tumpah mengambang di laut. Souza membawa pulang Dindim ke rumahnya dan merawatnya sampai sembuh, selama 11 bulan.

Karena de Souza dengan sepenuh hati dan kasih sayang, Dindim menjadi akrab dengannya. Penguin itu lalu tak ingin pergi. Tapi, berhubung di tempat tinggalnya di Brasil itu menyimpan satwa liar adalah illegal, mau tak mau de Souza harus melepaskan Dindim ke habitat aslinya.

Namun, ternyata Dindim ingat akan tempat de Souza dan setiap tahun sejak 2011, ia selalu berkunjung. Tahun 2015 lalu, kali ke empat ia datang menyeberangi lautan luas menyambangi kediaman de Souza.
Souza sendiri sudah terlanjuer mencintai sang penguin layaknya anak sendiri. Dan ia pun merasa kalau Dindim juga merasakan hal yang sama.

Lihat betapa akrabnya de Souza dan Dindim (Foto Boredpanda com)

Lihat betapa akrabnya de Souza dan Dindim (Foto: Boredpanda.com)

Buktinya, Dindim tidak senang jika disentuh oleh orang lain. Bahkan ia akan mengejar dan mematuknya. Sedangkan dengan Souza, Dindim seperti anak kecil yang manja. Berbaring di pangkuan, minta dimandikan dan makan sarden serta digendong.

Hubungan menakjubkan tersebut, membuat takjub ahli biologi setempat Profesor Krajewski. Ia menduga sang penguin sudah berpikir kalau de Souza adalah bagian dari keluarganya dan juga seekor penguin seperti dirinya.

Nah, kalau penguin saja punya cara untuk berterima kasih bagaimana dengan kita? (*)

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Emha Rifani

Emha Rifani

Penulis lepas, full time freelance. Minat pada bidang politik, seni grafis, kesehatan dan teknologi.

Beri Komentar