Karena Kesal, Bocah Ini Hadang Pengendara Sepeda Motor Yang Naik Trotoar

Bocah Penghadang Sepeda Motor 22

Lantaran kesal dengan ulah pengendara sepeda motor yang kerap kali naik ke trotoar tak jauh dari rumahnya, seorang bocah nekat memalangkan sepedanya menghadang laju sepeda motor yang tak tahu aturan itu. Bukan sekali dua kali ia melakukan aksinya. Sebulan terakhir ini ia melancarkan aksi protesnya itu setiap pulang sekolah hingga sore hari.

Ada-ada saja akalnya untuk menghalangi pesepeda motor untuk naik trotoar itu. Mulai dari menempelkan kertas larangan naik ke trotoar, memalangkan kayu, batu atau apa saja yang menurut akal SD-nya bisa mencegah orang naik ke trotoar.

Aksinya mulai mendapatkan perhatian publik saat seorang pengguna jalan lain, merekam dan mengunggahnya ke media sosial. Ia pun menjadi perbincangan di media sosial. Fotonya saat mencegat pengendara motor di atas trotoar Jalan Sudirman, di sekitar Bundaran Kalibanteng, Kota Semarang, tersebar di dunia maya.

Foto itu pertama kali disebarkan oleh netizen bernama Ronald Kusuma dalam jejaring Facebook.

Ini keren banget anak kecil di Semarang, dia berantem sama pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar saat terjadi kemacetan parah di Jalan Sudirman Kalibanteng SMG si anak tetap ga mau kasih jalan buat motor dan akhirnya setelah ribut2 kecil di pengendara motor akhirnya mundur,” tulis dia.

Bocah Penghadang Sepeda Motor 24

Aksi Daffa saat memalangkan sepeda motor ke pengguna jalan yang naik ke trotoar (Foto: Facebook)

Bocah Itu Bernama Daffa

Belakangan diketahui, nama anak tersebut adalah Daffa Faros Oktoviarto, siswa kelas IV SD Kalibanteng Kidul, Kota Semarang. Wali Kota Semarang yang juga aktif di sosial media, Hendrar Prihadi memberikan pujian kepada sang bocah. “Jos. Begini seharusnya. Mengingatkan satu sama lain, bukan begitu?” kata Hendi melalui akun Instagram-nya, @hendrarprihadi.

Dikutip dari Kompas, Daffa menyebut kalau aksinya itu telah dilakukan sebulan ini. “Sudah sebulan, sejak bulan Maret. Kadang pakai sepeda, kadang pakai batu, kadang langsung,” kata siswa kelas IV Sekolah Dasar Kalibanteng Kidul tersebut, Selasa (19/4), di Semarang.

“Saya enggak takut, trotoar kan untuk pejalan kaki,” ujarnya polos. Dan hebatnya lagi, ia mengaku kalau aksinya itu murni datang dari dirinya sendiri.

“Saya enggak disuruh siapa-siapa,” kata Daffa. Ia cuma ingin, pengendara motor tahu bahwa trotoar tidak lagi digunakan untuk lalu lalang kendaraan bermotor meski jalan di sekitarnya mengalami kemacetan.

Bravo Daffa! Terima kasih.. (*)

 

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Emha Rifani

Emha Rifani

Penulis lepas, full time freelance. Minat pada bidang politik, seni grafis, kesehatan dan teknologi.

Beri Komentar