Hati-Hati, 8 Penyakit Ini Bisa Disebabkan oleh Selfie!

00 Foto Utama (Foto themirror.co.uk)

Di jaman yang serba digital seperti ini membuat orang lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya alias dunia digital. Karena hal itu, orang memiliki kepercayaan yang lebih tinggi dari pada di dunia nyata. Kenapa? Karena kehidupan di dunia maya bisa didesign sedemikan rupa, sedangkan dunia nyata yaa apa adanya dan kaku.

Untuk menampilkan kehidupan di dunia maya itu kita menggunakan akun media sosial dan biasanya akun media sosial kita dipenuhi oleh foto-foto narsis yang sudah familiar dengan sebutan selfie.

Di antara kita terdapat orang-orang yang tidak mau selfie, jarang selfie, suka banget sama selfie dan ada yang menghabiskan waktu satu harinya dengan selfie.

Kamu termasuk yang mana?

Berfoto selfie itu boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan. Tujuannya, agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.

Selain itu juga, ternyata memang ada penyakit yang berbahaya karena terlalu sering foto selfie. Apa saja itu? Ini 8 di antaranya :

1. Penyakit Tietze

01 Sindrome Tietze (Foto demedicina.com)

Sindrome Tietze (Foto: demedicina.com)

Ada seorang gadis yang berasal dari Inggris yang hampir 24 jam waktunya dihabiskan untuk foto selfie dan memainkan gadgetnya. Kebetulan gadis ini bekerja sebagai Graphic Designer, jadi selain foto selfie, ia juga mengedit foto selfie dengan sendirinya.

Namun, siapa sangka, ternyata kebiasaannya ini menimbulkan resiko yang mengkhawatirkan, yaitu penyakit aneh yang akan mengancam nyawanya. Penyakit ini datang setelah ia kecanduang foto selfie dan bermain gadgetnya. Ia mengeluhkan rasa sakit yang begitu hebat di bagian dada dan tulang rusuknya. Ia pun sampai harus mencari pertolongan ke mana-mana saat itu.

Sehingga setelah mengalami beberapa pemeriksaan. Gadis ini pun didiagnosa mengalami sakit Tietze pada bulan Januari tahun lalu.

Kondisi dan situasi inilah yang membuat bagian tulang rawan di rusuknya mengalami peradangan hebat. Dan ia pun harus menerima berbagai macam terapi dan menghabiskan banyak biaya demi kesembuhan dan kesehatannya. Kini setelah ia sembuh, Ia hanya ingin memperingatkan bahwa jangan sampai netizen kecanduan gadget dan selfie hingga harus mengalami sakit seperti dirinya.

2. Penyakit Dismorfik

02 Dismorfik akibat keseringan selfir (Foto trforumlar.com)

Dismorfik akibat keseringan selfir (Foto: trforumlar.com)

Selain penyakit fisik, foto selfie yang berlebihan bisa mengundang penyakit dismorfik tubuh. Penyakit dismorfik tubuh merupakan jenis penyakit mental kronis di mana penderita tidak bisa berhenti memikirkan penampilannya dari cacat sedikit pun. Meskipun cacat tersebut hanya minor atau hanya bayangannya saja. Semua orang memiliki kekhawatiran terhadap penampilannya, namun hanya yang berlebihanlah yang berpeluang mengalami penyakit ini.

3. Krisis kepercayaan diri

03 Krisis Kepercayaan Diri (Foto Baranews.co)

Suka selfie pertanda kamu alami krisis kepercayaan diri (Foto: Baranews.co)

Kenapa disebut dengan krisis kepercayaan diri? Karena terkikisnya kepercayaan diri seseorang bisa dilihat dari keinginannya untuk selalu diperhatikan oleh orang lain melalui foto selfie yang diposting ke sosial media. Tentu saja jika kebiasaan posting selfie ini diteruskan, akan menjadi penyakit yang lebih kronis dan berbahaya secara psikologis. Karena pada umumnya ia akan lebih percaya diri di dunia maya saja dengan foto terbaiknya, dan kurang percaya diri dengan kehidupannya di dunia nyata.

4. Kepribadian narsis

04 Narsis (Foto thehuargian.com)

Hari-harimu bakal dihabisin untuk mengagumi diri sendiri! (Foto: theguardian.com)

Ketika selesai berfoto selfie, biasanya akan timbul rasa percaya diri yang berlebihan dan membawa orang untuk memiliki kepribadian narsis. Gejala kepribadian narsistik meliputi sikap-sikap berikut ini: Percaya bahwa dirinya lebih baik dari yang lain, terus-menerus mengharapkan pujian dan kekaguman dari orang lain, gagal untuk mengenali emosi dan perasaan orang lain dan tidak bisa menerima kritikan.

5. Kecanduan

05 Kecanduang Selfie (Foto um.smash.com)

Jika sudah kecanduan Selfie, haduuhh.. (Foto: um.smash.com)

Kabar dari psikolog Dr David Veal yang ada di London melaporkan bahwa selfie memang bisa menjadi kecanduan terutama pada orang-orang yang sudah memiliki penyakit psikologis tertentu. Tren yang kini yang sedang berkembang saat ini, bisa menjadi masalah serius dan menimbulkan risiko kesehatan yang fatal. Ini bukan masalah kesombongan. Ini adalah salah satu kesehatan mental yang memiliki tingkat bunuh diri yang sangat tinggi.

6. Histrionik

06 Histrionik (Foto daahi.com)

Penggemar selfie rentang terkena penyakit kejiwaan histrionik (Foto: daahi.com)

Di antara kamu, mungkin belum banyak yang pernah mendengar istilah histrionik ini. Ini sebenarnya merupakan gangguan kepribadian di mana penderitanya ingin menjadi pusat perhatian. Sebagian besar penggila selfie sering diidentikkan dengan kondisi ini, tentu saja di samping narsis. Seperti halnya yang terjadi pada wanita bernama Triana Lavey dari Los Angeles. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana caranya terlihat cantik saat selfie. Ia pun mengaku menghabiskan uang hingga sebanyak Rp 174 juta hanya untuk operasi plastik, di antaranya implan dagu dan operasi hidung.

7. Body Dismorphic Disorder (BDD)

07 Body Dismorphic Disorder (Foto youtube.com)

Body Dismorphic Disorder (Foto: youtube.com)

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Strathclyde, Ohio University dan University of Iowa ditemukan bahwa semakin banyak wanita melakukan selfie dan mengunggahnya di media sosial, maka semakin mereka merasa insecure atau tidak nyaman dengan citra tubuhnya sendiri.

Apalagi bila kegiatan ini disambil dengan mengamati selfie teman-temannya. Karena ini akan memicu si wanita untuk membanding-bandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain, dan hal ini semakin memicu mereka untuk berpikir negatif tentang penampilannya.

8. Eksibisionis

08 Eksibisionis salah satu penyakit selfie (cnnindonesia.com)

Eksibisionis salah satu penyakit selfie (Foto: cnnindonesia.com)

Eksibisionis atau kecenderungan untuk memamerkan bagian tubuh tertentu kepada orang lain bisa juga dipicu oleh kebiasaan selfie. Seperti yang terjadi pada seorang staf wanita di parlemen Swiss yang kedapatan berpose bugil di gedung parlemen lantas mengunggahnya ke Twitter.

Anehnya, ia merasa selfie bugil adalah bagian dari kehidupan pribadinya dan mengaku sering melakukannya di jam kerja. Akan tetapi dr Tun Kurniasih Batsaman SpKJ(K) dari Sanatorium Dharmawangsa mengingatkan seseorang baru bisa dikatakan mengidap eksibisionis bila ia merasa biasa saja memamerkan organ intimnya ke orang lain untuk memuaskan hasrat seksualnya. Sementara itu tidak diketahui apa motif si staf parlemen Swiss itu di balik kebiasaan selfie bugilnya di kantor. Dan hal ini juga bisa menimbulkan penyakit seksual.

Sebenarnya, selain 8 penyakit ini, ternyata jika foto selfie kamu terlalu banyak di media sosial, hal itu akan membuat teman di media sosial kamu menjadi terganggu dan pada akhirnya akan unfollow kamu.
So, kamu masih ingin selfie? Jika iya, maka lakukan saja asal tidak berlebihan ya fren.

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Sri Jayanti

Sri Jayanti

Saya lebih suka menyebut diri saya sebagai Penulis Harian, karena saya selalu menulis di setiap harinya.

Beri Komentar