counter

Emang Bikin Bangga! Kamu Harus Tahu 6 Pasukan Elit TNI

[mashshare]

Paska tersebarnya berita penyanderaan 10 orang TNI oleh sayap teroris Abu Sayyaf, Selasa (29/3/2016) lalu, kesatuan elit yang ada di TNI menyatakan kesiapan jika dimintai bantuan untuk membebaskan tawanan. Mulai dari Kopassus, Den Jaka hingga Den Bravo siap menurunkan tim komando terbaik mereka untuk bangsa.

Fren, kamu harus tahu. TNI kebanggan kita punya pasukan elit di tiap kesatuannya. Karena elit, jumlahnya sangat terbatas, nggak sampai seratus orang! Mereka adalah putra terbaik pertiwi dengan spesialisasi terbaik di bidangnya.

Apa saja pasukan elit terbaik itu? Mari kita simak di bawah ini:

1. Satuan Bravo 90

1 Satbravo 90 (chirpstorycom)

Satuan elit ini berada dalam kesatuan TNI Angkatan Udara. Pertama kali diresmikan pada tahun 1990 di lingkungan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU. Nama resminya Satuan Bravo 90 atau Satbravo-90 (dulunya Denbravo-90). Hebatnya, seorang personel TNI Satbravo-90 memiliki kemampuan setara dengan lima personel TNI biasa. Tugas khusus satuan elit ini adalah melumpuhkan sistem persenjataan udara musuh. Sasaran mereka adalah pangkalan atau alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar kekuatan udara musuh lumpuh.

2. Komando Pasukan Khusus

2 kopasus (faktualcom)

Pasukan ini cukup terkenal di tanah air. Sepak terjangnya cukup disegani oleh pasukan elit dari negara lain. Pasukan ini berada di bawah kesatuan TNI Angkatan Darat. Nama resminya, Komando Pasukan Khusus atau Kopassus (Sebelumnya bernama Komando Pasukan Sandi Yudha / Kopassandha). Dibutuhkan skill khusus dan mumpuni untuk lolos menjadi anggota Kopassus. Bayangkan, seorang personel Kopassus memiliki kemampuan setara dengan delapan TNI biasa. Spesialisasi mereka di atas rata-rata, seperti operasi senyap, bergerak cepat, menembak jitu, hingga kemampuan antiteror.

3. Komando Pasukan Katak

3 Komando Pasukan-Katak

Di matra laut, TNI punya pasukan khusus yang diberi nama Komando Pasukan Katak (Kopaska). Pasukan elit ini pertama kali dibentuk pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno. Kemampuan tempur seorang personel Kopaska setara dengan 24 personel TNI biasa. Tugas khusus Kopaska adalah operasi dalam air. Mulai dari menyerbu kapal dan pangkalan musuh, operasi pendaratan kekuatan amfibi hingga menghancurkan instalasi bawah air. Wajar jika kemampuan mereka setara 24 anggota TNI. Karena ada tambahan skill tempur bawah air!

4. Batalyon Intai Amfibi

4 Yontaifib

Salah satu syarat yang harus dimiliki untuk masuk kesatuan elit ini adalah mempunyai ketahanan fisik jauh di atas rata-rata. Seperti Kopaska, satu orang anggota tim Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) setara dengan 24 personel TNI biasa. Dari sekian banyak tugasnya, yang terpenting adalah melakukan penyusupan dan pengintaian wilayah musuh dari dalam air. Bukan hal mudah tentunya untuk bertahan dalam air untuk waktu yang lama. Salah satu latihan terberat pasukan ini adalah harus mampu berenang sejauh 6 kilometer dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Wiiih…

5. Detasemen Jala Mangkara

5 Denjaka

Apa jadinya jika kemampuan Kospaska digabung dengan Batalyon Intai Amfibi? Jawabannya ada pada personel pasukan elit TNI AL lainnya, yakni Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka. Maka tak heran jika kemampuan tempur personel Denjaka menjadi berlipat-lipat, setara 120 personel TNI biasa! Tugas utama yang diemban pasukan ini pun lebih berat. Sebagai satuan antiteror, terutama di wilayah laut.

6. Komando Operasi Khusus Gabungan TNI

6 Komando Operasi Khusus Gabungan TNI

Nah, bagaimana kalo seluruh pasukan elit di atas digabung? Itulah yang namanya Komando Operasi Khusus Gabungan atau Koopssusgab. Pasukan ini berada di level paling elit dalam kesatuan TNI. Anggotanya benar-benar terbatas, hanya 90 orang saja! Pasukan ini resmi berdiri pada Juni 2015. Koopssusgab berada langsung dibawah kendali operasi Panglima TNI. Anggota pasukannya merupakan gabungan dari beberapa pasukan khusus TNI. Peran pasukan ini adalah menyempurnakan operasi yang digelar TNI. Operasi penanganan terorisme juga siap diemban pasukan ini.

Wah, emang bikin bangga! Bravo TNI! Sikat habis para pengganggu kedaulatan negeri. (*)

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Ana Luma

Ana sangat suka menulis sejak di SMA, lulusan Ilmu Komunikasi ini kini meniti karir sebagai penulis lepas, mengelola akun social media, dan mengisi konten website.

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.