Breaking News! Ayah Kandung Sonya Depari Meninggal Dunia

Breaking News Gambar Utama

Berita mengejutkan datang dari keluarga Sonya Depari. Siswi yang selama dua hari ini menjadi pemberitaan di televisi dan viral di sosial media. Dikabarkan, ayah kandung Sonya Depari meninggal dunia akibat serangan jantung.

Informasi ini telah dibenarkan oleh Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Kamis (7/4) malam sebagaimana dikutip dari Tribun Medan.

Sang Ayah bernama Makmur Depari meninggal setelah video prilaku anaknya yang memarahi polisi di Jalan Sudirman Medan, Rabu (6/4) sebelumnya.

“Benar, ayah kandung Sonya yang mengaku anak Arman Depari meninggal dunia,” kata Mardiaz.

Fakta yang terungkap kemudian adalah, hubungan Sonya dengan Arman Depari ternyata hanya sebagai keponakan saja bukan anaknya.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi

Irjen Arman Depari saat menjabat sebagai Kapolda Riau (Foto: Tribun)

Irjen Arman Depari saat menjabat sebagai Kapolda Riau (Foto: Tribun)

Tentang hal ini, Irjen Arman Depari pun meminta maaf dan memberikan klarifikasi. Sang Paman yang menjabat sebagai Deputi Penindakan BNN meminta maaf ke Polri dan masyarakat. Permintaan maaf itu terkait dengan apa yang dilakukan oleh Keponakannya itu saat ditertibkan oleh Polantas Medan dan mengaku-ngaku anak jenderal.

Mulanya, saat mendapat berita tersebut dan diminta konformasi oleh rekan media, ia langsung saja menjawab bahwa tidak memiliki anak perempuan.

“Memang setelah saya dapat informasi saya tegaskan bahwa saya nggak punya anak perempuan, anak saya laki-laki,” katanya kepada wartawan.

Tak lama sesudah itu, barulah ia coba kroscek dengan keluarga di Medan dan ternyata memang betul. “Setelah itu kemudian ditegaskan bahwa itu memang keluarga besar saya,” tambah Irjen Arman.

“Nah, saya melihat ini memang ada sesuatu yang salah. Kemudian saya juga melihat bahwa ini mungkin karena dia mau jadi pahlawan di antara teman-temannya mungkin begitu ya,” katanya.

Irman sendiri mengaku tidak tahu hukuman apa yang akan ia berikan kepada Sonya. Apalagi, tak lama dari kejadian itu, orangtua Sonya yang tak lain juga saudaranya, juga meninggal dunia akibat tertekan dengan pemberitaan mengenai insiden tersebut.

“Kalaupun saya harus marah apakah saya harus gampari? Atau dengan anak-anak seperti ini apakah harus saya laporin polisi untuk dipenjara?” ujar Arman retoris.

Oleh karena itu dia mengaku lebih baik mengambil sikap meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh anggota keluarganya itu.

“Saya meminta maaf terutama kepada Polri bahwa apa yang telah dilakukan keluarga saya ini memang sungguh tidak terpuji,” katanya.

Dia juga mengapresiasi personil polantas yang katanya mengambil tindakan profesional dan mengayomi siswi yang terkena tilang.

Ajakan Untuk Stop Bullying

Kabar duka mengenai kematian ayah kandung Sonya ini datang dari keluarga besar Makmur Depari, yakni Kriss Ginting yang ditulisnya di dalam akun Facebook-nya. Dia berharap kepada seluruh warga Indonesia untuk menahan diri agar tidak mem-bully keluarga besar Depari terkait dengan insiden yang terjadi kemarin, Rabu (6/4/2016).

Berikut ini postingan Kriss Ginting di Facebook:

“Orang tua dari adik kita Sonya Depari, bapak M Depari baru saja meninggal dunia karena serangan jantung.”

“Rumah duka di Karya Wisata gedung Johor Medan, mohon dengan sangat pengertian dari kita semua untuk menghentikan sementara nafsu untuk membully keluarga besar Depari”

“Terima kasih atas perhatian saudara-saudara sekalian..”

Nah teman-teman, kiranya cukuplah kita merasa berhak untuk mem-bully Sonya. Mengingat saat ini, keluarganya tengah ditimpa musibah. Semoga kita bisa lebih bijaksana lagi. (*)

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

Emha Rifani

Emha Rifani

Penulis lepas, full time freelance. Minat pada bidang politik, seni grafis, kesehatan dan teknologi.

Beri Komentar