9 Fakta Karyawan Gen Y: Tipe Pembangkang dan Tips Bagi Manajernya

Gambar Utama

Biasanya nih, pimpinan atau manajer perusahaan akan mengeluh dengan generasi muda zaman sekarang. Yang kurang loyal lah, susah diatur, suka seenaknya, nggak mau berusahalah. Apalagi ada beberapa perilaku kerja karyawan yang dianggap mengganggu, misalnya bekerja sambil memakai headset.

FYI, generasi kerja sendiri dikategorikan sebagai berikut :

1. Generasi matures (1900-1945)
2. Generasi baby boomer (1945-1965)
3. Generasi X / post boomer (1965-1980)
4. Generasi Y / the netter (1980-1990)
5. Generasi Z / the zippies (1991-2005)
6. Generasi Alpha (2006 ke atas)

Setiap generasi di atas punya karakteristik yang berbeda. Jadi ada baiknya tiap pimpinan memahami karakter karyawannya. Ini dia 9 fakta yang membedakan Gen Y dengan generasi sebelumnya:

Y Generation (Foto: 360 degreemarketing.com.au)

Y Generation (Foto: 360 degreemarketing.com.au)

1. Tidak sabar, tak mau rugi, banyak menuntut

Gen Y ini bila memiliki keinginan harus segera terlaksana. Karakter seperti ini akan bersifat positif karena ia akan menyelesaikan tugasnya dengan baik dengan caranya.

2. Percaya diri dan optimis

Gen Y itu lebih mudah menerima perubahan, karena lebih open minded. Mereka juga lebih percaya diri untuk muncul di depan umum dan lebih berani untuk mengemukakan pendapatnya.

3. Bergantung pada keluarga

Remaja Gen Y lebih dekat pada keluarganya. Kenapa? Karena meski terlihat mandiri, mereka sebenernya lebih manja dan lebih senang dekat dengan keluarganya.

4. Suka inovasi/ide baru

Ide mereka kadang datang dengan spontan (Foto theamericangenius com)

Ide mereka kadang datang dengan spontan (Foto theamericangenius com)

Kalau Gen Y itu biasanya selalu punya ide – ide baru. Karena mereka akan selalu mengikuti trend yang ada.

5. Memiliki semangat yang luar biasa

Gen Y itu punya semangat yang tinggi, apalagi dengan pekerjaan. Meski terkadang pimpinan mereka tidak begitu puas, tapi mereka terus berusaha untuk lebih produktif pada perusahaannya.

6. Tidak menyukai jadwal yang mendetil

Nah, ini nih yang Gen Y banget. Mereka itu bukan perencana, tapi koordinator (yang spontan). Mereka bisa bertermu dengan teman atau kliennya tanpa harus membuat janji dulu (kondisinya si klien juga setuju).

7. Anytime-anywhere

Di mana saja, kapan saja bisa.. (Foto: udku.com.au)

Di mana saja, kapan saja bisa.. (Foto: udku.com.au)

Kalau Gen Y nih, nggak penting deh mau meeting di mana. Nggak harus di kantor atau ruang meeting. Yang penting hasil meetingnya itu berkualitas dan jelas.

8. Social media lovers

Antusias dengan Sosial Media  (Foto: wordpress/managementpocketbooks)

Antusias dengan Sosial Media (Foto: wordpress/managementpocketbooks)

Gen Y adalah orang orang yang aware dengan media sosial. Sehingga mereka lebih terbuka dengan perubahan di sekitar. Karena sadar nggak sadar, teknologi itu sudah mempengaruhi mereka.

Nah, sifat – sifat Gen Y yang meledak – ledak alias punya semangat dan penuh ide ini sebenarnya berpengaruh positif untuk kemajuan perusahaan. Karena mereka masih bisa dibentuk dan dieksplor kemampuannya.

Cuma tergantung bagaimana pempinannya aja untuk memahami dan mengenal karyawannya. Karena biasanya sifat pimpinan itu meng-cut off karyawannya yang ekspresif.

Berikut tips cara menghadapi karyawan Gen Y dengan segala sifatnya di atas :

1. Ciptakan suasana kerja yang memberi ruang berkspresi

Kenali karakter karyawan Gen Y (Foto reoptimizer)

Kenali karakter karyawan Gen Y (Foto: reoptimizer.com)

Jangan terlalu mengatur Gen Y. Berilah mereka kesempatan berekspresi. Jika belum sesuai dengan keinginan si bos, ada baiknya tidak langsug dikatakan Itu salah”, tapi gunakanlah kata Ada baiknya jika …”.

2. Pimpinan sebaiknya paham betul karyawan yang dibutuhkan perusahaannya

Kadang nih, perusahaan (kecuali BUMN atau BUMD ya) tidak menerima karyawannya yang gondrong atau bertato. Padahal nih, si calon karyawan yang bertato ini adalah orang yang loyal dan produktif.

3. Adanya Pelatihan Gen Y Management pada Pimpinan Perusahaan

Kalau biasanya yang diberi pelatihan adalah karyawan, sebaiknya pelatihan kepemimpinan juga diberikan pada atasa. Agar mereka tidak hanya menntut, tapi juga paham dengan anggota karyawannya. Sehingga ada umpan balik anatr sesama anggota perusahaan.

4. Perkuat kerja kelompok

Adakan pertemuan kelompok untuk meningkatkan kekuatan tim.

5. Siapkan waktu untuk feedback dan diskusi

Ajak mereka diskusi (Foto: plaudex.com)

Ajak mereka diskusi (Foto: plaudex.com)

Pada dasarnya, para karyawan Gen Y tidak suka diperintah. Untuk itu ajaklah mereka untuk berdiskusi dan dapatkan feedback dari mereka.

6. Lakukan coaching secara intensif

Coaching ini bisa jadi wadah untuk mengembagkan keterampilan untuk meningkatkan karir mereka.

7. Perbanyak berkomunikasi

Komunikasi antar anggota agar karyawan tahu apa yang diharapkan perusahaan, dan perusahaan puas dengan kinerja mereka. Jadi sebaiknya antara pimpinan dan karyawan itu tidak ada kesenjangan. Apalagi kalau pimpinannya juga Gen Y, pasti suasana kerja bisa makin seru.

    Bagikan Di:

Tentang Penulis

irenasheyladini

irenasheyladini

Cuddling with coffee and internet.

Beri Komentar